Senja hari di Waroeng Steak, saya, pertama kalinya, mencicipi menu serba steak. Tentu, bersama satu teman lainnya.
Di sela menunggu hidangan tersaji, saya asyik memperhatikan sekitar. Di parkiran depan berjajar rapi beragam jenis mobil mewah. Di samping warung, dua deret motor juga rapi terparkir. Ditunggui satu tukang parkir yang gendut perutnya, dengan kaos warna hitam. Tas kecil, terlihat melilit menyilang dada-perutnya.
Sementara di dalam warung, cukup ramai dengan pelanggan yang tengah makan maupun baru memesan. Tiga langkah dari tempat duduk saya, berkumpul ibu-ibu (sosialita?) yang asyik berbincang, dengan dandanan 'necis' tentunya. Mungkin, batin saya, mereka istri-istri pejabat.
Sepersekian detik kemudian, datang dua ibu berjilbab dan satu ibu dengan pakaian biasa serta anak kecil dalam gendongannya. Sontak, melihat ibu yang menggendong anak tersebut (yang jauh berbeda dari segi tampilan pakaian dan segala yang nampak dari istri-istri pejabat), saya sibuk mencari uang receh di saku. Saya juga sempat heran, kok ada orang semacam ini di warung yang mewah.
Lama saya perhatikan, dan ternyata ibu-ibu tersebut tak lain adalah bagian dari salah satu istri-istri pejabat. Ia juga dipesankan makanan; dia baby sister. Saya mendadak merasa sangat bersalah, telah menganggap dirinya sebagai pengemis, hanya karena tampilannya.
Sekaligus, saya juga merasa iba dan bangga padanya. Iba, karena sudah menua tapi masih mengasuh anak (yang mungkin) bukan anak ataupun cucu kandung. Bangga, karena ketahanan dia dalam bekerja. Untuk majikan (ini pandangan subyektif saya) juga kagum saya. Pasalnya, ia tak malu mengajak ibu pengasuh anaknya untuk ikut berkumpul dengan rekan-rekannya.
Hanya yang membuat saya merasa bersalah sampai kini adalah, saya telah melihat sebelah mata orang hanya karena tampilannya. Juga, secara tak langsung, sudah menghinakan orang tersebut. Semoga bisa lebih mawas diri. Semoga!
Jogja, 5 Agustus 2016
Friday, 5 August 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment