Saya pecinta kartun. Baik luar negeri maupun produk negara sendiri. Kini ada dua film kartun karya anak bangsa yang saya sukai, meski kualitas animasinya masih kalah dengan Jepang.
Ia adalah 'Adit dan Sopo Jarwo' dan 'Keluarga Somat'. Menarik karena saya melihat ada i'tikad baik dari pembuatnya. Karakter animasinyapun merujuk pada keadaan budaya sekitar. Animasi orangnyapun, asli orang indonesia.
Dari film animasi yang saya sebutkan pertama, saya bisa belajar tentang pelestarian permainan tradisional semacam egrang. Sementara film kedua memotret tentang kehidupan orang desa dengan segala keluguannya. Kerap bikin saya tertawa terhibur. Merasa seolah generasi Indonesia sedang bangkit dan mulai peduli dengan warisan budaya. Media film, saya pikir, juga hasil kreasi anak bangsa yang muncul dari rasa peduli tersebut. Dengan pertimbangan, ketertarikan generasi muda Indonesia akan kartun besutan Negeri Jiran, Upin & Ipin. Ini perang kebudayaan.
Entah apa yang membuat saya tertarik dengan dua film kartun ini. Ada semacam daya magis yang membuat tertarik. Kejujuran si pembuat dalam menampilakan kualitas animasi yang sederhana, ditambah skenario/alur cerita yang lugas, memotret sekelumit kehidupan orang desa yang hidup di pusaran arus modernisasi.
Ini ciri khas indonesia; tidak muluk-muluk. Atau mungkin karena keterbatasan kreatifitas generasi muda? Atau bisa juga, karena pertimbangan pasar, apa yang ditampilkan dalam tv sebatas kulit budaya indonesia saja? Tidak menyentuh tataran filosofis atau hakikat dari suatu hal. Saya pikir-pikir kok puyeng juga ya. Ah, mungkin masyarakat sudah lelah dengan persoalan hidup, terlebih laku pemerintahnya yang korup! Sehingga, kejelian generasi muda menangkap kebutuhan masyarakat akan hiburan. Dimunculkanlah dua film animasi yang mengangkat identitas bangsa dibalut humor, sehingga masyarakat bisa menertawakan diri sendiri, yang terwakili dengan beberapa karakter dalam film.
Sebenarnya, saya memilih 'Manusia' sebagai judul, untuk memaparkan unsur-unsur yang membentuknya. Tapi karena keterbatasan atau kepuyengan kepala saya, sehingga melenceng ke pemaparan soal film animasi anak bangsa. Biarlah, untuk sekarang saya ikuti kemauan pikiran, yang tidak ingin dikekang oleh batasan-batasan tema dengan segala kaidah kepenulisannya.
Hanya saja, akan saya utarakan saja suatu hal yang baru saya baca. Bahwa, manusia, dalam Sastra (ilmu) Jendra Hayuningrat, terdiri dari lima anasir (saya pikir ini bentuk jamak dari kata unsur). Empat dari lima unsur tersebut adalah Air, tanah, api, dan angin. Keempat anasir ini akan menggumpal menjadi daging dan tulang, darah atau roh, napas atau nyawa, serta nafsu-nafsi yang menyatu padu dalam rahim ibu.
Sementara yang kelima, adalah Nurillah yang ditiupkan pada gumpalan tersebut. Unsur kelima inilah yang membedakan jati diri setiap manusia.
Sastra Jendra Hayuningrat ini diwejangkan pada anak kedua Sunan Giri, Jayengsari pada tengah malam yang sunyi, oleh Ayah angkatnya, Syeikh Akhadiat.
Demikian asal-usul manusia, yang dalam perkembagannya mampu berkreasi menghasilkan karya fenomenal, termasuk animasi 'Adit & Sopo Jarwo' dan 'Keluarga Somat'.
Wejangan Syeikh Akhadiat ini sejenak mengusik ingatan saya pada pelajaran Tauhid kelas 2 MTs. Bahwa dalam al-Qur'an, juga dijelaskan secara rinci, pembentukan janin dalam rahim. Saya juga jadi berpikir, asal-usul manusia dalam Sastra Jendra Hayuningrat (pasti) terwarnai ajaran Islam. Mengingat, yang mewejangkan tak lain adalah Kiai yang memiliki banyak santri.
Dalam menulis saya sering melenceng dari tujuan atau rancangan awal. Dan, tulisan ini sebagai salah satu buktinya. Jika bermanfaat, ambil saja. Bila bak sampah, buang dan kubur saja. Demikianlah!!
Sastra Jendra Hayuningrat saya nukil dari Buku Centhini 2, karya Gangsar R. Hayuaji terbitan Diva Press Jogja.
Jogja, 8 Agustus 2016
Monday, 8 August 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment