Monday, 29 August 2016

Dewasa


Di tahun 2014/2015, ada satu badan otonom tingkat fakultas yang cukup unik. Unik, karena kinerja dan dedikasi para anggotanya tak tercampuri politik golongan. Dikata unik juga karena, secara basis gerakan dan 'partai', mereka sangat kuat. Pimpinannya dari KeMPed. Koordinator Divisi A dari IMM, bahkan ketua komisariatnya. Koordinator Divisi B dari PMII. Dan seterusnya.

Saya, sebagai orang yang awam politik bedecak kagum. Baju mereka beragam, tapi setelah masuk badan otonom yang bergerak di bidang pers, sepakat untuk melepas semua baju itu, telanjang, kemudian mengenakan baju yang sama: pers mahasiswa.

Satu di antara 9+1 elemen jurnalisme, seorang jurnalis harus berpihak kepada kebenaran. Kebenaran yang mana? Kebenaran yang digali dengan proses jurnalistik yang sifatnya fungsional. Kebenaran, yang dibutuhkan masyarakat, bukan golongan tertentu terlebih pemodal. Jika bicara soal keberpihakan dalam konteks praktik pers umum, saya angkat tangan. Karena pemodallah dalang dari segala yang keluar dari pena para wartawan dan jurnalis. Saya lebih senang bicara untuk konteks pers mahasiswa. Pers yang diisi oleh mahasiswa, yang merupakan kaum idealis penuh Gebrakan.

Praktik pers mahasiswa yang saya maksud adalah yang sudah disebutkan di atas. Pers yang diisi oleh berbagai elemen penuh kepentingan, namun mampu melebur dan bersepakat untuk menyamakan persepsi serta memperjuangkan nilai yang sama. Tentu, mereka bukanlah orang biasa. Mereka bukan sebatas 'pengikut taklid' dari sebuah partai. Mereka berpikir!!!

Ini yang saya sebut sebagai 'laku dewasa'. Sesuai dengan definisi dewasa, yaitu mampu membedakan mana yang baik dan buruk, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap apa saja yang diamanahkan kepadanya. Bahwa melepaskan baju 'kepartaian' lalu mengenakan baju bersama bernama pers mahasiswa adalah sebuah pilihan. Namun, dari pilihan ini, akan tampak siapa yang mau berpikir dewasa dan tidak.

Salah satu elemen penyusun bangunan kedewasaan adalah tanggung jawab. Ini yang saya rasa cukup sulit diamalkan, bahkan saya (yang menulis tulisan ini) tak mampu mempraktikannya dengan baik. Banyak amanah yang belum saya amalkan, terlebih yang sifatnya etika-moral.

Saya melihat kolaborasi antara tanggung jawab dan melepas kepentingan 'partai' ada pada tubuh pers mahasiswa yang saya ceritakan di atas. Misalnya saja, salah seorang koordinator pernah berbincang dengan saya. Ia orang 'partai'. "Sebagai koord divisi A, saya memiliki tuntutan untuk banyak membaca dan belajar. Agar bisa menjawab (atau paling tidak memfasilitasi) segala kegelisahan anggota," katanya di ujung tahun 2015.

Tentu, menilai, memuja, atau mencemooh orang di luar diri kita terasa begitu mudah. Namun, itulah kebiasaan kita yang mampu membuat kita bahagia, meski sebagian terpuruk dengan capaian orang lain. Yang luput adalah, melihat potensi dalam diri yang terendam lumpur keegoisan. Tertutup rapat oleh kepentingan politik yang tak lain adalah stimulus dari lingkungan di luar kita.

Kita dicipta diberi kuasa untuk memilih. Memilih belajar dewasa atau tidak, itu hak setiap kita. Namun, jika hidup dalam satu payung dengan beberapa orang, seremeh apapun pilihan kita, akan mempengaruhi setiap individu yang terpayungi tersebut.

Mohon maaf jika apa yang saya tuliskan tidak sesistematis seperti tulisan para penulis opini, esai atau artikel semacamnya di koran. Ngapunten juga, jika siapapun kamu yang sudi membaca tulisan ini, sulit untuk memahami atau mungkin cepat merasa bosan. Karena saya bukan pujangga, yang pandai merangkai kata.

Saya hanya berharap, tulisan ini tidak dibaca olehmu. Agar di suatu hari nanti tidak mempengaruhi keputusanmu. Kamu punya kuasa atas dirimu, dan masyarakat membutuhkanmu sebagai sebenar-benar dirimu (baca: manusia).

Kebumen 2016
Binsiman Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment

Cuma Membaca Danarto

Judul Buku      : Adam Ma’rifat Penulis             : Danarto Penerbit           : Basabasi Cetakan           : I, November 201...