"Sebenarnya, tidak sepenuhnya salah kalian tidak bisa seradikal zaman kami. Angkatan kamilah yang gagal menyiapkan kader radikal, yang dengan lantang mengoyak kemapanan kampus dan birokrasinya," kata Lutfi, aktivis perempuan lintas UKM yang menyukai bidang seni, di satu waktu di warung kopi.
Tentu, kutipan yang saya ambil, tidak murni ucapannya. Karena lemahnya daya ingat saya, hingga hanya intinya sajalah yang sampai kini masih ingat.
Ungkapan tersebut terlontar di tahun 2015, saat saya baru hangat-hangatnya menjadi pimpinan. Ini sebagai respon dari sepinya kampus rakyat dari aksi-aksi mahasiswa. Juga sebagai respon minimnya komunikasi antar UKM atau LKM. Terlalu sibuk dengan urusan internal. Sebuah kemunduran yang luar biasa besar efeknya.
Kaderisasi yang gagal, ditambah kebijakan kampus yang kian mengikat, tak mampu banyak menghasilkan mahasiswa aktivis yang radikal. Jarang sekali ditemui, aktivis yang secara intelektual matang, sosialnya juga jalan.
Sekali lagi, ini bukan kesalahan dari angkatan kalian. Ini adalah produk kegagalan kaderisasi.
Namun, apakah rela kalian menyerahkan kemudi masa kini dan masa depan pada kegagalan kaderisasi? Memang, keradikalan diri akan lebih mudah terbentuk dari proses kaderisasi yang matang dan terukur. Namun, apakah kalian, sebagai mahasiswa yang (katanya) memegang kendali diri sendiri, tak mampu mengkader diri sendiri? Dengan banyak baca dan berdialektika bareng kawan-kawan yang radikal mungkin. Kan bisa dijadikan alternatif.
Jika cerita proses kaderisasi diri, malu saya. Saya adalah kader gagal dari sebuah organ ekstra. Sekaligus, kader gagal pula dari sebuah organ intra. Yang ekstra, tidak sesuai ekspektasi. Sementara yang intra, tidak memiliki sistem kaderisasi yang mapan. Jadi kesimpulannya, saya adalah kader gagal. Karenanya, saya coba mencari alternatif untuk membuat diri radikal. Karena sudah saya rasakan, hidup setengah akademis-aktivis-hedonis, adalah siksaan neraka di dunia.
Jogja, 2016
Sunday, 28 August 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment