Saturday, 6 August 2016

Tebing Beksi Jogja



Pukul satu lebih 30 menitan, saya bersama teman berkunjung ke tempat wisata di sekitar Candi Ijo, daerah Sleman. Namanya Tebing Beksi. Bebatuan tinggi yang memiliki daya tarik luar biasa bagi generasi selfie dan poto-poto. Sanget recomended bagi kamu yang ingin segera ganti DP atau foto profil fb. Juga untuk yang sekadar ingin melepas penat dan menghirup udara segar. Serta, untuk memanjakan mata memandang indahnya Jogja dari ketinggian tebing, cukup dengan menghadap barat.

Soal alamat pastinya, cukup banyak situs internet yang sudah menjabarkan. Silahkan bisa dicek.

Kali pertama saya berkunjung, dihadang oleh pengelola setempat, untuk menarik uang parkir dan retribusi seikhlasnya. Saya membatin, ini awal pembangunan objek wisata, wajar kalau belum ada standar retribusi. Tentu, beberapa waktu ke depan, akan ada tarif tetap bagi setiap pengunjung.

Dibuat (terbuat?) dari bekas tambang batu, barangkali. Terlihat dari bentuk arsitek yang membentuk tebing. Tangga-tangga yang menghubungkan dasar dengan puncak tebing juga terlihat alami, dengan pahatan.

Saya membatin; ini dia, kejelian warga dalam melihat potensi wisata. Tentu, pemaksimalan Tebing Beksi sebagai tempat wisata, memiliki banyak manfaat. Selain sebagai tambahan pemasukan warga sekitar atau desa, juga untuk melestarikan keberadaan tebing. Tentu saja, ini mengurangi pasokan pada pembeli. Namun, bisa menyelamatkan lingkungan sekitar. Bayangkan saja jika tebing Beksi ini habis ditambang?

Warga setempat sudah mengupayakan pelestarian Tebing Beksi. Untuk siapa lagi kalau bukan pengunjung, dari berbagai daerah. Hanya saja, entah karena tak diajari unggah-ungguh atau memang sudah jadi kebiasaan, masih banyak sampah yang berserakan; botol mineral, bungkus snack ringan, dan tissue. Padahal, tong sampah ya sudah ada. Kurang apalagi coba? Akhirnya, seindah apapun tempat wisata, selama berpengunjung tentu akan ada sampah yang dibawa. Kecuali, ada sanksi tegas untuk si pembuang sampah. Karena butuh waktu yang lama, bukan, membentuk karakter 'buang sampah pada tempatnya'?

Jogja, 6 Agustus
Binsiman Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment

Cuma Membaca Danarto

Judul Buku      : Adam Ma’rifat Penulis             : Danarto Penerbit           : Basabasi Cetakan           : I, November 201...