Uang. Satu kata yang kini mulai dipuja. Di mana-mana, tak ada hari tanpa bicarakan uang. Dengan uang, kata seseorang, bisa membeli kebahagiaan. Benarkah?
Benar. Aku merasai betul, dengan uang aku bisa merasa bahagia. Dengan uang aku bisa memberi kejutan ke seseorang, atau membantu kesulitan teman, atau meminjamkan ke teman untuk keperluan hidup sehari-hari. Bukankah betul, bahwa uang bisa membeli kebahagiaan?
Jangan kau tanyakan kebahagiaan dengan perspektif hakikat, karena siapa orangnya yang bisa menjawab. Apa pernah kamu sampai kepada rasa bahagia yang hakiki? Kalau aku, jujur, masing bingung. Bukan lagi pertanyaan; bahagia yang hakiki seperti apa? Melainkan; bagaimana rasanya kebahagiaan yang hakiki?
Syukur kalo kau bisa merasakan bahagia hakiki. Aku juga mau, dibagi kebahagiaan hakiki yang kau rasakan. Jangan dikasih tau! Cukup, berbagilah denganku bahagia hakiki itu. Jangan kau jelaskan fungsi-fungsi uang; tapi bagilah, biar bisa sama-sama merasakan citarasa uang.
Jadi, aku tak ragu lagi untuk mencari uang. Karena uang bisa membeli kebahagiaan. Ingin bahagia, carilah uang sebanyak-banyaknya.
Catat ya: UANG BISA MEMBELI KEBAHAGIAAN!!
Baik agar lebih mudah, aku ceritakan saja pengalaman dan sedikit analisis sederhanaku. Pernah aku menonton film kartun; lupa judulnya. Di situ, ada quotes yang menarik bagiku, soal kebahagiaan. "Bahagia itu bukan apa yang kita masukkan, tetapi ada dalam diri". Itu untuk counter doktrin atas pakem yang telah ada; bahwa kelas masyarakat hanya akan bahagia jika memakan kaum lainnya.
Membelanjakan uang, dengan begitu, bisa membuat orang bahagia. Uang membeli kebahagiaan, tapi nilai uang tidak. Cukup sampai pada sebentuk uang saja, tanpa ada embel-embel nilai dan nominalnya.
Ini yang menarik. Bahwa uang mampu membeli kebahagiaan, yang ironisnya, tanpa disadari, telah ada dalam diri masing-masing. Kamu bisa bersedekah, itu butuh uang; dan ketika punya dan mampu bersedekah, kau akan merasa bahagia.. begitu.
Keputusan ini tidak bersifat final, jadi sewaktu-waktu pemahaman seseorang tentang uang dan kebahagiaan bisa berubah. Sesuai kebutuhan.
Jogja 2018
Sunday, 11 March 2018
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment