Friday, 9 March 2018
Anna Karenina Tolstoy; Cinta yang Penuh Hasrat
Kau boleh merencanakan menikah dengan siapa saja, tapi kau tidak bisa memaksakan cintamu untuk siapa. Kira-kira seperti itulah perkataan Sujiwo Tejo. Dan seperti itu pula kisah yang terjalin dalam novel Tolstoy yang berjudul Anna Karenina.
Dalam novel tersebut dijelaskan betapa ikatan perkawinan bukanlah lembaga sakral yang bisa membungkus cinta seseorang. Pernikahan yang berawal dari ketidakcintaan, tak bisa langgeng. Tergambar dari kehidupan rumah tangga Anna dengan Karenin. Meski secara materi tercukupi, tapi tidak dengan batinnya. Anna begitu tersiksa memiliki suami yang bukan pilihannya, meski ia telah memiliki satu anak lelaki. Justru, Anna tertarik dengan Vronsky yang sebenarnya akan dijodohkan dengan Kitty, anak seorang bangsawan. Dan Vronsky pun membalas cintanya Anna, yang lalu lanjut dengan hubungan tanpa ikatan formal, namun bisa membuat keduanya bahagia. Ada kedamaian ketika Anna bersama Vronsky, yang itu tidak ia dapatkan dari suaminya.
Cinta yang beringas. Karenin pada akhirnya tahu bahwa istrinya memiliki ketertarikan kepada Vronsky. Bahkan, Anna sendiri yang memproklamirkan ketidaksukaannya dengan suami, dan cintanya kepada Vronsky. Bayangkan bagaimana rasanya jika kamu sebagai suami, mendapati istrimu tertarik dengan lelaki lain dan mengakuinya di hadapanmu tanpa rasa berdosa?
Karenin sebagai lelaki yang telah berumur pun, tak bisa menahan gemuruh amarahnya. Ia tidak langsung menampar istri atau menceraikannya, justru malah mempertahankannya dari perceraian. Ia sebagai pejabat terkemuka, tidak mau citranya tercoreng hanya karena perceraian. Dan yang lebih penting adalah, dengan tidak menceraikan Anna, Karenin bisa menyiksa istrinya dan juga kekasih gelapnya dengan hubungan tanpa status selain selingkuhan.
Ini berhasil dan membuat kebahagiaan Anna dan Vronsky berantakan. Sebagai pecinta ekstrim, Anna enggan jauh dari Vronsky. Vronsky yang awalnya menjadi komandan pasukan perang berkuda, juga terpaksa keluar dari jabatannya bahkan menolak promosinya, demi kekasih gelapnya.
Cinta yang dulu menggebu, lambat laun dirasa kian luntur oleh Anna. Vronsky seolah selalu menghindar dari Anna. Karena Vronsky sadar bahwa mencinta juga butuh pekerjaan, untuk mengepulkan asap dapurnya. Tapi Anna yang pecemburu selalu curiga dengan gelagat Vronsky, yang kadang beberapa hari tidak pulang ke rumahnya. Oiya, mereka berdua melarikan diri, dan Anna tetap membawa status suami Karenin.
Kecewa. Merasa ditinggalkan. Dan sudah tidak dicintai. Maka suatu kali percekcokan antar mereka meletus. Vronsky yang bermaksud menjenguk ibunya di desa untuk memberikan uang, tidam diizinkan Anna. Tapi Vronsky memaksa pergi.
Seperginya Vronsky, Anna benar-benar merasa sendirian dan ketakutan. Ia kalut. Kirim surat lewat kurir, tapi kereta sudah berangkat dan kurir tak bisa menyampaikan surat Anna ke kekasihnya. Anna lalu memutuskan untuk pergi menjemput sang kekasih. Ia meminta sais untuk mengantarnya ke stasiun.
Seturunnya dari gerbong kereta, Anna diserang kebingungan yang akut. Ia tak tahu harus bagaimana. Hilang arah tujuannya. Dan ia teringat tragedi dimana ia bersama Vronsky baru bertemu; ada seorang petugas tua yang menabrakkan diri ke kereta. Ia juga teringat mimpi buruknya dengan petani tua. Lalu ia terbesit, jika memang Vronsky sudah tidak mencintainya lagi, ia tidak boleh bahagia. Ia harus menderita. Maka Anna pun memutuskan untuk menabrakkan tubuhnya ke kereta dan matilah ia.
Vronsky yang tahu kenekatan istrinya, merasa lemas tak berdaya. Ia benar-benar merasa kehilangan dan semangat hidupnga kian redup. Perang Rusia melawan Turki lalu digunakannya untuk jalan menyusul Anna.
Sementara Kitty yang patah hati, menikah dengan Levin dan mereka hidup bahagia dengan satu buah hatinya.
Jogja 2018
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...

No comments:
Post a Comment