Saturday, 23 July 2016

Kemanusiaan



Sumber gambar: paintingofaheart.blogspot.com


"Aku memilih dia karena kasihan, sudah mengeluarkan banyak uang. Soal desa mau dibawa ke mana, itu tak penting"

Ujaran seorang simbah yang ditirukan cucunya, saat aku ajak dia berbincang soal desa. Ini sekaligus melunturkan asumsiku bahwa orang desa memilih kepalanya karena uang. Semakin besar uang yang kamu gelontorkan semakin banyak suara yang memihak padamu. Itu asumsi awalku.

Tapi, satu argumen simbah ini, benar-benar tak aku duga sebelumnya. Bukan karena uang ia memilih kepala desa; melainkan belas kasihan dirinyalah alasannya. Memang, uang menjadi media yang membuat masyarakat yang mendapat kucurannya merasa belas kasihan. Tapi bukan berarti karena alasan uang, seorang memilih pemimpin. Uang hanyalah perantara, sementara rasa belas kasihan merupakan kekuatan besar yang dengan mudah mendorongnya untuk menjatuhkan sebuah pilihan. Belas kasihan, yang menurutku dekat dengan semangat kemanusiaan(?)

Demi menyelamatkan mental calon pemimpin desa, seorang simbah memberikan suaranya. Untuk menyelamatkan financial calo pemimpin. Ini kemanusiaan. Dan tak ada yang bisa menyatukan manusia selain kemanusiaan itu sendiri. Tapi, dalam pandanganku yang masih berstatus mahasiswa ini, ada yang tidak tertangkap dalam diri simbah; kemanusiaan yang lebih besar dan berjangka waktu panjang.

Tentu, jika berangkat dari yang simbah lakukan ini, tak lain semacam menyelamatkan satu orang, tapi mengancam keselamatan rakyat. Ini kemanusiaan, tapi mengingkari kemanusiaan yang adil dan beradab.

Aku sendiri tak paham apa itu kemanusiaan. Kemanusiaan itu muncul dari dalam hati (baca: perasaan saja) atau melewati ruang pikir? Tepatnya, aku tak tahu kemanusiaan yang sebenarnya itu seperti apa. Pikirku hanya bisa menafsirkan bahwa kemanusiaan adalah sebentuk kepedulian yang timbul akibat belas kasihan. Itu saja.

Dan simbah ini telah memperjuangkan kemanusiaan(?)

Aula Dinas Kebudayaan DIY, 22 Juli 2016.
Binsiman Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment

Cuma Membaca Danarto

Judul Buku      : Adam Ma’rifat Penulis             : Danarto Penerbit           : Basabasi Cetakan           : I, November 201...