Thursday, 1 September 2016

Wisuda, Perayaan yang Sepi



Jika dihitung, waktu teman-teman angkatan saya (generasi pertama) wisuda, saya masuk semester sembilan. Artinya, saya, jika diukur dengan lulusan ideal versi kampus, sudah waktunya angkat kaki dari kampus. Tapi, saat saya mengetik tulisan inipun, sama sekali belum ada bayangan judul skripsi seperti apa.

Saya amati, dari wisuda ke wisuda, para wisudawan/wisudawati selalu 'memaksa' kawan atau kekasih untuk menghadiri. Juga beberapa ada yang mengharap bingkisan. Ada juga yang memanfaatkan momen tersebut sebagai awal mula bangunan rumah tangga. Yang jelas, setiap individu yang diwisuda, selain keluarga, sangat mengharap ada yang mendampingi, paling tidak untuk foto kenangan.

Kegembiraan pecah semenjak mereka keluar dari gedung seremoni. Sanak-saudara-kerabat dan kawan-kawan serta calon pendamping hidup, dengan 'lelehan air mata' bahagia, menyambut mereka. Mereka, dikelilingi oleh siapapun yang peduli dengan capaiannya sebagai wisudawan.

Saya mulai berpikir wisuda adalah momentum seremonial yang sepi. Sepi, karena setiap yang diwisuda selalu saja menginginkan ada kerabat atau kawan atau kekasih sekalipun untuk mendampingi. Sepi, karena saya pikir, orang yang diwisuda merasa bahwa ini adalah akhir dari status kemahasiswaan, yang berarti, predikat 'istimewa' juga sudah hilang seiring disematkannya toga. Juga, sudah menunggu di benak masa depan antah barantah, sehingga membuat ia merasa sepi dari optimisme (saya tidak maksud menjeneralisir). Maka untuk menyiapkan diri sabut status baru, di momen wisuda coba untuk melepas cengkraman sepi dengan melibatkan keluarga dan kawan-kawan untuk menemani. Meski sesaat, tapi itu sangat berarti. Karena, kesepian yang panjang sudah menanti, tepat setelah seremonial wisuda usai.

Jadi, memang benar, bahwa wisuda adalah perayaan yang sepi. Perayaan, untuk meruwat diri dari kesepian. Menuju kesepian 'abadi'.

Jogja 2016
Binsiman Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment

Cuma Membaca Danarto

Judul Buku      : Adam Ma’rifat Penulis             : Danarto Penerbit           : Basabasi Cetakan           : I, November 201...