Apa jadinya jika musisi ataupun master of ceremony (mc) dengan ketrampilannya tak mampu membius penonton untuk mengikuti apa yang keluar dari mulutnya. Atau gerakan isyarat yang tak diikuti oleh gerak tubuh maupun suara penonton. Tentu, sakit dan sia-sia ia berdiri di panggung.
Memang benar, hidup soal eksistensi. Sulit, untuk tangan kanan menyembunyikan kebaikan pada tangan kiri. Bahkan kerap, dengan isyarat halus, merangsang tangan kiri agar tahu apa yang telah tangan kanan perbuat.
Eksistensi soal pengakuan. Kau ada karena ada yang mengakui. Dan pengakuan itu ada prasyaratnya. Kata orang, kalau tak bisa berprestasi, maka jadilah berbeda. Agaknya ini prasyarat yang musti dipenuhi siapapun yang tak mau sirna eksistensinya dan tetap diakui sebagai 'yang ada'.
Musisi diakui karena keterampilannya memainkan irama. Merangkai kata menjadi lagu dengan musik sebagai iringannya. Ini artinya, prestasi. Atau mungkin, karena mau tampil beda? Begitu juga dengan MC yang selalu bereksperimen sehingga mampu membuat penonton tertawa bahagia atau geli.
Sementara tokoh-tokoh yang berani tampil beda, justru tak memiliki tarikan napas panjang. Hanya selang beberapa detik saja setelah dirinya menunjukkan eksistensinya sebagai 'yang beda', sebilah pisau, atau peluru atau setrum bahkan sianida, dengan ganas memisahkan nyawa dengan raganya. Ini saya lihat ada dalam diri Udin, Munir, Salim Kancil, dan pahlawan-pahlawan di zaman perjuangan. Mereka tampil beda, maka wajar jika hingga kini, meski raganya sudah mengatu dengan tanah, keberadaannya tetap terjaga. Bahkan diam-diam menjelma jadi manusia baru, yang siap berjuang untuk tampil beda. Beda, saya pikir, di zaman korupsi-kolusi-nepotisme jama'ah, adalah sikap tegas. Karena, begitu sikap itu muncul ke permukaan, segera moncong senapan mengarah tepat di tengah pelipis: headshot!!!
Jadi, silahkan pilih! Berprestasi atau tampil beda, untuk mengukuhkan eksistensi diri. Yang jelas, jika tak punya nyali lebih, jangan coba pilih yang kedua..
Jogja 2016
Thursday, 8 September 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment