"Kubu Barat itu satu perspektif. Wajar jika mereka bisa bergerak bersama, karena memiliki satu tujuan dan misi yang sama. Selain itu, mereka juga cukup (bahkan sangat) berhasil menempatkan misionarisnya ke institusi. Kader mereka mengisi bagian-bagian strategis. Ini meresahkan!"
Saya tidak sedang berbicara Barat sebagaimana kita pahami: Negara Barat. Ini hanya istilah saja, untuk segembong misionaris yang membawa misi besar untuk ditanamkan ke masyarakat. Media awalnya, melalui institusi pendidikan.
(Mohon kalau saya salah diperingatkan!)
Karena mereka punya 'kuasa' atas institusi tersebut, maka dengan membabi buta mulai menyebarkan doktrin secara halus dan kasar. Memang, secara kasat mata, doktrin itu terlihat baik. Namun jika diamati efeknya, luar biasa. Sebagai contoh, doktrin soal berpenampilan saja sudah mampu membikin seseorang membenci bahkan me-neraka-neraka-kan orang lain.Memangnya Anda Tuhan po me-neraka-neraka-kan orang lain? Ini baru doktrin (yang dipaksakan dan sistematis) soal penampilan, bung! Belum yang lain-lainnya.
Selain itu, arogansi para misionaris juga membuat sebagian orang melipir, mundur teratur agar tidak terpapar radiasi doktrin mereka yang kian kuat. Ini membuktikan, bahwa doktrin yang mereka tanamkan ke batok kepala setiap individu dalam institusi tersebut, tidak diterima semua orang.
Sementara di sisi lain, kubu Timur juga memiliki misi yang menurut mereka mulia. Misi, yang bisa membikin warga institusi tersebut memahami potensi diri serta posisinya dalam hidup bermasyarakat. Bahwa dirinya bukanlah Tuhan, yang merasa paling benar, dan me-neraka-neraka-kan orang lain.
Namun, kendala muncul ketika tidak ada kesepahaman antar anggota dalam kubu. Tidak seperti kubu Barat, kubu Timur tak memiliki basis masa yang banyak. Selain itu, juga tidak memiliki orang dalam yang punya posisi strategis. Lengkaplah sudah penderitaan kubu Timur.
Tapi begitulah adanya. Paling tidak, beberapa anggota kubu Timur, sedikit demi sedikit mampu melepas doktir yang pernah diterimanya secara bertahan. Tentu, ke-legowo-an diri yang membikin banyak perubahan dalam diri. Saat ini memang kalah, tapi entah besok atau lusa, ketika ada figur dalam institusi tersebut, mau dan mampu berontak. Ditambah, perlawanan dari masyarakat sekitar institusi yang tak sreg dengan doktrin-doktrin tersebut. Tentu, muara dari prediksi yang saya utarakan jika menjadi kenyataan, adalah kehancuran..
Jogja 2016
Thursday, 1 September 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment