Thursday, 8 September 2016
Pantat
Bersama seorang kawan, saya mengunjungi Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-28 di Condong Catur. Sebenarnya, saya hanya menemani kawan untuk menyaksikan penampilan Kunto Aji, penyanyi solo yang belum banyak mencipta lagu tapi cukup tenar di kalangan muda. Ini juga saya tahu dari kawan.
Kami menunggu penampilan Kunto Aji cukup lama. Jam 8 malam kamu sudah di tkp. Tapi hingga saya menulis artikel ini, pukil setengah 10, belum juga tampil. Hanya band indhie yang tampil.
Saking pegelnya karena terlalu lama berdiri, kami putuskan untuk duduk. Duduk di belakang para penonton yang berdiri berdesak-desakan. Tentu saja, kami menyaksikan pandangan yang cukup eksotis: pantat!!
Saya mendadak menjadi pengamat pantat. Iya, pantat betina dan jantan. Ini pengalaman baru yang berkesan. Ada pantat dengan beragam bentuk terpampang nyata.
Ada yang tertutup kain tipis. Celana berbahan jeans. Ada yang besar-berisi. Kecil-kempet. Dan sebagainya. Tapi, itulah macam-macam pantat Nusantara. Dan entah apa yang menjadi daya tarik. Dimana-mana, pantat menjadi topik hangat. Terlebih, apa yang tersimpan di balik pantat. Dan bagian inilah, yang entah dengan mantra apa, bisa berpindah dan bercokol di dalam batok kepala.
Itu pelajaran yang saya tangkap, dari hasil mengamati pantat-pantat orang yang hadir di FKY 28, menunggu penampilan Kunto Aji yang sialan itu. Karena telah membuat kami berdesak-desakan dan menunggu lama. Anehnya, tak ada yang merasa sedih. Sebaliknya, makin banyak yang mengantri.
FKY September 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment