Friday, 2 September 2016
Soal Laki-laki dan Perempuan
Kamu tentu tak asing dengan tuntutan: kamu tak bisa ngertiin aku! Terlebih, bagi kamu yang memiliki kekasih atau mungkin pasangan resmi. Saya kira, ungkapan yang menuntut tersebut menghiasi perjalanan sejoli manusia.
Itu juga saya dapati dari karya Fredy S, Bukan Permainan Sandiwara. Antara lelaki dan perempuan yang suami-istri atas dasar cintapun, tak mampu mengomunikasikan kesenangannya dengan baik, di beberapa aspek.
Yang laki-laki, karena harga dirinya (dan mungkin pandangan patriarkhinya) menganggap upaya sang istri untuk mencari kerja, hanya bermodal kecantikan dan keseksiannya untuk menggoda laki-laki kaya. Agar bisa hidup kaya dan meninggalkan suaminya. Sang suami, karena kelaki-lakiannya, berprinsip bahwa memakan hasil keringat istri adalah penghinaan. Istri yang bekerja sementara suami menganggur, sangat mengancam posisi suami sebagai kepala rumah tangga.
Sementara dari pihak istri, menganggap bahwa apa yang ia lakukan sebagai pecut penyemangat suaminya agar kerja keras. Penampilannya yang elit, untuk menyuntikkan motivasi kepada suami agar semangat mencari nafkah. Keputusannya untuk bekerja agar finansial keluarga bisa diselamatkan, oleh suami dirasa mengancam otoritasnya.
Ini membuat saya sadar, betapa sulitnya mengawinkan harapan dengan kenyataan. Mengawinkan niat mulia dengan efek yang ditimbulkan. Karena, tak selamanya niat baik akan direspon baik pula oleh spesies di luar diri kita.
Artinya, ukuran baik selayaknya dibicarakan dengan kepala dingin secara bersama. Sehingga, tak ada kesalahpahaman dan setiap individu (khususnya yang sudah berpasangan) bisa menempatkan diri sesuai tugas yang disepakati.
Tapi, yang saya lihat dari karya Fredy S ini ada sisi 'uniknya'. Sang suami, Dicky, memang tipikal orang sederhana, bukan mencari kekayaan melainkan kecukupan. Ia juga memiliki gengsi yang begitu tinggi. Emosi yang gampang meletup-letup, sebagai pemicu awal keretakkan rumah tangga. Memiliki pandangan patriarkhi, bahwa perempuan mbok ya di rumah saja (karena takut digoda atau menggoda laki-laki jika kerja di luar).
Sementara istri, Tanti namanya, memiliki pribadi yang simpatik. Setia dan pandai menjaga harga diri sebagai perempuan bersuami. Penyabar menghadapi 'kekanak-kanakan' sang suami. Dan yang cukup mengharukan, mau menerima suami apa adanya, sekalipun sudah banyak borok menempel di hatinya.
Jogja 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment