Monday, 5 September 2016
Cinta Sejati dalam Karya Fredy S
Fredy S memang selalu memukau dengan karya-karyanya. Berhasil mengaduk-aduk emosi pembaca. Dengan cerita yang difokuskan pada konflik keluarga, saya kira, membuat siapapun yang membacanya mendapat pengalaman menyenangkan sekaligus menyeramkan. Dan bagi pembaca yang masih lajang, cukup baik untuk dijadikan pelajaran hidup, kelak setelah berumah tangga.
Dalam roman "Terpaut Di Lain Hati" ini, menceritakan betapa suci cinta dua insan usia 20-an tahun. Kisah cinta suci ini digambarkan melalui tokoh fiksi Henry dan Anita. Sementara antagonis yang selalu menghendaki kehancuran jalinan cinta suci mereka adalah ibu kandung Anita sendiri, Nurmah. Ia lebih menghendaki Anita menikah dengan harun, agar nama baik keluarga tetap terjaga. Sama sekali bukan kebahagiaan Anita yang jadi tujuannya. Dengan dalih "demi masa depan anaknya" Nurmah mengawinkan Anita dengan Harun, setelah berhasil mencerai-paksa Anita dan Henry yang sebelumnya berstatus suami istri.
Tergambar jelas dalam roman ini, betapa ironisnya Nurmah yang mengorbankan anaknya demi nama baik. Ia memaksa Anita untuk menikahi Harun dengan segala macam cara. Nurmah juga menjadi figur "pengatur" segala hal terkait dengan Anita, anak semata wayangnya. Suami Nurmah, Darwis seolah tak punya kuasa atas istrinya. Ini yang membuat Wardoyo, mertua Nurmah tak senang dengan dirinya. Merasa kasihan melihat anaknya tak bisa berbuat apa-apa. Lebih-lebih jika melihat kondisi cucunya, menyedihkan.
Hadirnya Kakek Wardoyo dalam roman ini juga menarik. Ia memiliki hubungan dekat dengan Harun, Anita, dan Henry. Henry, sebelum kenal Anita, lebih dulu mengorek bakal istrinya kepada Wardoyo. Anita, sebagai cucu, merasa tentram jika dekat dengan Wardoyo. Segala kegelisahan yang Anita rasakan, diceritakan kepada kakeknya. Hanya kakeknyalah yang mau mengerti perasaan Anita, yang selalu di bawah bayang-bayang kuasa penuh ibunya. Sementara Harun, di akhir cerita juga kerap mengunjungi Wardoyo, untuk menceritakan masalahnya setelah menikah dengan Anita.
Peran Wardoyo dalam roman ini yang membuat saya bertanya-tanya. Siapa Wardoyo? Karena tiap kali Anita atau Henry mengeluh, ia selalu tenang dan berkata: ini sesuai perkiraan saya. Di lain waktu ia juga berkata untuk menghibur cucunya: semua sandiwara ini akan berakhir. Saya curiga, jangan-jangan Wardoyo ini merupakan representasi dari penulisnya, Fredy S?
Ending dari cerita roman ini, kebahagiaan. Sepertinya memang generasi Fredy S, selalu menampilkan konflik bahagia-sedih- bahagia. Seolah ingin berpesan: bahwa semua yang lahir di dunia, bermula dari kebaikan yang akan tercoreng dengan liku perkembangan, namun pada akhirnya akan kembali pada permulaan. Semacam lingkaran.
Bukan bermaksud menjeneralisir. Pasalnya, dalam roman "Terpaut Di Lain Hati" bermula dari rasa ketersiksaan Anita. Bertemu dengan Henry, ia mendapat pengalaman baru. Intensitas dan kualitas pertemuan mereka yang mengantarkan pada pelaminan, dengan Wardoyo sebagai saksi, sementara Nurmah sama sekali tak tahu menahu. Pernikahan mereka berdua juga saya pikir merupakan buah dari ucapan Henry kepada Anita,"Pengalaman mudah dicari, Gadis Manis. Tetapi menentukan sikap itu yang sulit."
Anita telah bersikap bahwa ia berontak. Kuasa ibunya yang mencengkeram kuat, ia lawan dengan perkawinanya bersama Henry. Ini adalah sebuah penentuan sikap yang sulit. Meski ketika Anita dicerai-paksa ibunya, ia tak berkutik selain mengadu dan mengejam-kejamkan ibunya. Tapi tetap, dalam hati Anita bersikap menolak. Apapun yang terjadi, sikap Anita tetap: mencintai Henry.
Jogja 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment