Sunday, 4 September 2016
Dua Karya Marissa
Roman "Terjebak Rayuan Perempuan" karya Marissa tak jauh beda dengan "Luka Perkawinan". Intinya satu: dalang di balik rusaknya rumah tangga, tak lain adalah orang dekatnya. Kalau dalam 'Luka Perkawinan' adalah ibu mertua, di 'Terjebak Rayuan Perempuan' adalah adik kandung tokoh utama. Kedua roman tersebut sama-sama menjadikan wanita sebagai tokoh utamanya. Bidik latar belakangnya pun, kehidupan orang parlente. Elite Jakarta yang punya kehidupan mewah.
Ceritanya, Tessa menuntut cerai kepada suaminya, Harry. Ini karena sebuah film biru yang aktornya adalah suaminya sendiri dengan orang lain. Film tersebut, didapat dari kado ulang tahun dari orang tak dikenal. Film (baca: video) tersebut dibuat satu malam sebelum malam ulang tahun Tessa.
Satu minggu ia habiskan di Paris untuk menenangkan diri. Rumahnya di Jakarta, dirawat dua pembantu dan adiknya, Linda. Tessa juga memiliki anak angkat bernama Vanda, usia tujuh tahun. Anaknya, ditinggal di rumah dan dirawat Linda.
Sepulang dari Paris, ia menghadiri reuni. Kebetulan, di acara tersebut, Tessa berkenalan dengan Ray, pengusaha asal Bali.
Tanpa disangka, sepulang dari acara reuni, di rumahnya yang ditinggali Linda, menunggu Harry. Harry sangat berharap bisa berbicara dari hati ke hati dengan istrinya soal permasalahan mereka. Harry sangat mencintai istrinya, maka ia dengan sekuat tenaga berupaya menjelaskan video biru tersebut. Ia berkeyakinan, bahwa dirinya dijebak. Ada yang ingin rumah tangga Harry dan Tessa berantakan. Namun, berkali-kali ditegaskan, Tessa sama sekali tak percaya.
Tessa merupakan tipikal perempuan yang ramah dan tak pendendam. Ia juga tegar, ditinggal mati ayahnya sejak kecil dan kemudian ibunya saat usia Linda, anaknya, seumuran anak SMU. Untuk menghidupi dirinya dan adiknya, ia bekerja di bagian desain pakaian.
Sebelum insiden video biru tersebut, setengah mati Tessa mencintai suaminya. Video tersebutlah pemicu keretakan rumah tangganya.
Di sisi lain, tanpa sepengetahuan Tessa, Linda memendam dengki kepadanya. Ini lantaran dalam perkembangan Linda menuju dewasa, selalu dinomor duakan oleh ibunya. Juga dalam beberap hal, menjadi nomor dua setelah Tessa. Sebenarnya, suami Tessa tak lain adalah lelaki yang dicintai Linda. Tapi apa daya tangan tak sampai. Harry malah memilih Tessa sebagai pendamping hidupnya.
Tekanan-tekanan inilah yang mengunung, meledak menjadi rasa dengki dan iri. Muaranya, Linda membikin strategi untuk merebut Harry dengan jalan menghancurkan rumah tangga kakak kandungnya itu. Dugaan Harry bahwa dirinya dijebak, di akhir cerita terbukti juga. Belakangan diketahui, bahwa Lindalah yang menyewa perempuan dalam video tersebut untuk bercinta dengan Harry, sementara dirinya yang merekam. Pas momen ulang tahun pernikahan Tessa dan Harry yang kedua, Linda memberi bingkisan berisi kaset rekaman tersebut dengan tanpa nama.
Sama seperti novel Marissa terbitan 2002, Luka Perkawinan. Bahwa pengantar menuju ending cerita adalah terkuaknya strategi licik Linda untuk menghancurkan rumaj tangga kakaknya. Namun tetap, ini novel happy ending.
Dua novel Marissa yang saya baca, menyoroti kehidupan para pengusaha atau keturunan ningrat. Latar diskotik tak pernah hilang, sebagai pelampiasan kejenuhan setelah seharian ngantor. Adegan ciuman (yang sangat tabu di budaya kita) kerap mewarnai jalan cerita. Saya malah merasa, seolah sedang membaca novel karya penulis Barat. Melihat budayanya yang lebih condong kesitu. Atau mungkin, karena kekudetan saya, sehingga tidak tahu sisi lain kehidupan para pengusaha dan eksekutif muda di luar jam kerja dan urusan bisnis?
Entahlah! Saya malah merasa pusing dengan munculnya bermacam pertanyaan setelah membaca dua novel karya Marissa. Saya juga penasaran, seperti apa penulisnya. Yang jelas, dari dulu, Jakarta tetap diunggul-unggulkan dalam berbagai hal. Wajar, jika di akhir tahun 90-an menuju 2000-an, budaya 'kebarat-baratan' sudah lumrah terjadi di Jakarta. Ini merupakan pengetahuan baru.
Terima kasih, Marissa!
Jogja 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment