Sekira pukul 11.00 pm, saya mlipir ke angkringan deket SGM. Saya pesen satu nasi kucing dan satu gorengan, lalu teh anget, dan satu nasi kucing lagi plus gorengan.
"Kayaknya bagus kalau Ahok dibom"
"Yang ngebom teroris aja, yang berani mati"
Lelaki penjual angkringan, nyerocos begitu saja, menghujani pengetahuanku tentang ahok dan aksi-aksi yang anti dengan dirinya. Saya juga melihat, dalam diri lelaki tersebut, penuh dengan amarah lantaran ujaran ahok yang dirasa menghina.
"Sebagai orang Islam ya mas, pasti tersinggung jika agamanya dihina. Apalagi Ahok non-muslim"
Dalam raut wajahnya, saya secara subyektif menilai, seolah-olah mantan pecandu. Entah miras atau narkoba. Ini saya nilai dari gerak-geriknya yang gelisah, dan sorot mata yang redup.
Ia kemudian menjelaskan dengan lihai dan seolah menguasai bahan obrolannya.
"Mas, sebenarnya bukan masalah penistaan agama saja Ahok itu. Tapi bukunya Ahok sudah ada sketsanya. Ada yang membongkarnya"
"Setelah apartemen jadi, akan dijual ke luar negeri. Kemudian dijadikan tempat untuk transaksi narkoba"
Saya hanya pasif saja mendengar apa yang lelaki itu obrolkan. Sembari sekali-kali manggut-manggut dan menguatkan apa yang ia katakan. Seperti murid yang tengah mendengar wejangan gurunya.
"Polisinya yang bodoh. Dikasih duwit, diam. Kemarin kan karena polisi kelelahan, terus disemburkanlah gas air mata itu ke massa aksi. Makanya kemarin yang dibakar kan mobil polisi"
"Yang namanya aksi, menyampaikan aspirasi, ya sah-sah saja. Bukan anarkis"
Ia lagi-lagi merujuk pada aksi 411, yang salah satu tuntutannya adalah memenjarakan Ahok.
"Mas, teh anget satu"
Dari balik punggung saya, muncul seorang laki-laki. Ia duduk sembari menunggu lelaki angkringan yang tengah meracik pesanannya. Ini saya manfaatkan untuk segera membayar apa yang sudah saya makan. Dan, yang paling penting, terbebas dari obrolan soal Ahok dan aksi-aksi tentangnya.
Jogja 2016
Wednesday, 30 November 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment