Tuesday, 1 November 2016

Dikoyak Sepi



Dalam sejarah, banyak tokoh bangsa yang berjuang dalam sepi. Mengisi wawasannya dengan buku-buku berbobot dan diskusi berkualitas. Beberapa, bahkan sampai bisa menuangkan karyanya dalam bentuk buku atau gubahan puisi. Mereka berjuang dalam sepi, tapi entah dari mana semangat itu datang bertubi-tubi. Sehingga, kesepian tak mampu mengoyak diri.

Sepi, kamu tahu dan mungkin kerap merasakan, adalah rasa yang paling kejam. Ia bukan hanya menyerang akal, tapi juga hati. Sepi pula, yang barangkali mampu mendorong orang untuk mencabut jiwa dari raganya, dengan cara diperkosa.

Saya tidak bisa bayangkan seperti apa orang-orang dulu, tokoh bangsa, menghadapi sepi. Mereka diasingkan, bukan menjadi terasing, justru malah makin menguak gagasannya. Makin tajam pikir dan pekanya. Sementara saya, dan mungkin kamu juga, merasa terasing dari keramaian. Merasa sendiri di masyarakat yang selalu bergerak. Apa sebenarnya yang kurang dari kita?

Saya punya semangat juang, tapi di waktu lain semangat itu redup sama sekali. Saya juga punya misi untuk mencapai sesuatu, tapi di tengah perjalanan misi tersebut, terkoyak sepi. Sendiri. Tiada tangan yang bisa digandeng dan menggandeng. Lantas apa masalahnya sehingga itu terjadi pada saya?

Katanya, kreatifitas muncul ketika ada tekanan. Meski bisa juga sebaliknya. Apakah, jika demikian, sepi kurang kuat untuk menekan saya? Bukankah sepi sudah cukup kejam, memainkan pikiran dan perasaan? Penyair hebat, katanya lagi, juga lahir dari keadaan yang semrawud. Apakah sepi kurang semrawud untuk melahirkan pribadi-pribadi penuh ambisi dan konsisten pada jalannya? Atau ini persoalan zaman? Dulu karena teknologi internet belum ada, sehingga banyak kesempatan bersinggungan demgan orang lain. Mereka sepi di pengasingan, tapi sekaligus menemukan karib di sana. Sementara hari ini, kita ramai di dunia maya, tapi sepi dalam sosial. Perasaan dan pikiran kita, apakah digadaikan pada dunia maya bernama facebook, ig, dkk?

Jika begitu, mampuslah kau dikoyak-koyak sepi!

Jogja 2016
Binsiman Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment

Cuma Membaca Danarto

Judul Buku      : Adam Ma’rifat Penulis             : Danarto Penerbit           : Basabasi Cetakan           : I, November 201...