Tentang Kehilangan
"Merasa kehilangan hanya ada bila..merasa memilikinya" -Letto-
Lengkapnya aku tidak hapal. Tapi sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan Band kenamaan di Indonesia, betul-betul terjadi dan bisa kita rasakan di dunia nyata. Logika sederhananya, bagaimana mungkin kita merasa kehilangan, jika tidak pernah merasa memiliki? Kehilangan hanya ada bagi orang yang punya rasa memiliki. Itu kuncinya.
Bulan 15/12/16 aku beli buku di Shoping, salah satu lapak buku terlengkap di Jogja. Waktu itu aku beli buku "Binatangisme" karya George Orwell. Terjemahan. Yang membikin saya menarik, sebenarnya, adalah judul dan sampul. Sampulnya adalah manusia berjas dan dasi, namun kepalanya babi. Dari sampulnya saja, aku menyimpulkan ada keterkaitan antara babi dan manusia, yang dibahas dalam buku tersebut.
Aku beli dengan harga 35.000. Plus sampul plastik. Buku mulai aku lahap sekira 2 jam setelah beli, tepatnya setelah sampai di kontrakan. Dan benar yang aku duga, isinya asyik dan bercerita tentang pertanian binatang (karena judul asli bukunya adalah, Animal Farm). Hanya butuh waktu 1x24 jam untuk menyelesaikan buku tersebut.
Tepat di kampus, sekira pukul 13.30, aku rampungkan buku itu. Tamat. Aku taruh buki itu di atas meja. Bersama tas dan berkas-berkas lain milik kawan. Aku campakkan begitu saja buku tersebut, dengan keyakinan tidak akan kemana-mana (baca: hilang).
Karena urusan di kampus sudah selesai, pun kawan-kawan sudah bubar, aku memutuskan untuk ikut bubar. Dan di saat membereskan berkas serta buku yang berserak, baru sadar bahwa buku Bintangisme tidak ada di meja. Aku cari di mana-mana tidak ada. Hingga di tas kawan: hasilnya nihil.
Dalam kepala dan dada, ada gelombang berkecamuk. Ingin marah, tapi sama siapa? Pada akhirnya, ya marah sama diri sendiri. Dengan keteledoran diri. Yang tidak bisa menjaga milik sendiri, terlebih buku sebagai jendela dunia. Buku yang dibeli dari subsidi orang tua. Sial. Tak ada kata terucap, hanya geram. Pikiran melayang-layang, mencari kemungkinan-kemungkinan. Mengingat-ingat, terakhir buku tersebut diletakkan di mana atau dipegang siapa. Tapi tetap, nihil. Aku pun pulang dengan pandangan hampa. Baru satu hari yang lalu beli, kini hilang. Meski, buku sudah ditamatkan, tetap saja kehilangan ini membuatku kecewa, terpukul. Kecewa pada keteledoran diri. Tentu saja, rasa kehilangan makin besar lantaran rasa yang pernah aku miliki, yaitu rasa memiliki buku.
Tapi sudahlah. Semoga ada yang menemukan dan dibaca. Paling tidak, aku sudah melahap isinya, meski baru sekali. Barangkali nanti akan aku tuliskan penilaian terhadap buku tersebut, untuk merawat ingatan. Tentunya, di luar masa berkabung kehilangan buku. Semoga terlaksana. Semoga...
Jogja 2016
Friday, 16 December 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment