Saturday, 10 December 2016
Kucing yang Diutus
Hiks hiks...hiks hiks... Hiks hiks
"Jangan minggir-minggir mba tidurannya, nanti jatuh"
"Sudah mba, kucingnya baik-baik saja. Nggak usah kawatir"
"Dia orang mana sih?"
"Kamu bareng sama dia, mas?"
Hiks hiks.... Hiks hiks..
"Oh, ini istrinya Si Anu. Nanti saya panggilkan suaminya"
"Kasihan sekali kucingnya"
"Loh Imron, dari mudik ya?"
***
Aku melajukan motor dari arah timur dan melewati Desa Kewangunan. Sekira 100 meter di depanku, seorang perempuan mengendarai motor dengan kecepatan kurang lebih 40 km/jam.
Bukk.....
Tubuh perempuan itu mental, berguling beberapa kali di atas aspal. Aku mempercepat laju motor, lalu berhenti tepat di samping perempuan itu. Orang-orang seketika berdatangan, laki perempuan, tua muda.
Aku yang sudah berdiri di sampingnya, bingung mau berbuat apa. Mau angkat tubuh perempuan itu, terlalu gemuk: pasti berat. Tidak jauh dari tubuh perempuan itu, tergeletak kaku seekor kucing, dengan mata mendelik.
Dan untungnya, ada dua orang bapak yang sedia mengangkat tubuh itu untuk dibawah ke teras rumah. Dibaringkan. Sementara aku, cukup menggotong helm dan ponselnya yang tergeletak di aspal.
Dan kucing yang kaku itu, digotong dan diletakkan di bawah pohon. Belum mati, sedang sekarat, barangkali. Entah karena syok atau ada persendian yang retak bahkan hancur. Kucing itu hanya diam, mengatur napasnya.
Jajanan yang perempuan cantelkan di motor, hancur. Gula pasir tumpak. Susu kotak pun pecah.
Hiks hikss.. Hiks hikss
Air bening mengalir dari kedua sudut mata perempuan itu. Baju bagian belakang tersingkap, memperlihatkan gempal punggungnya. Tapi itu tidak jadi persoalan, apalagi bahan tontonan. Tidak sempat, barangkali, orang-orang memperhatikan punggung yang penutupnya tersingkap. Toh, sama-sama punya punggung.
Justru, orang-orang kemudian berbondong-bondong ke arah kucing. Memeriksa kondisi kucing yang memprihatinkan.
Semakin ramai orang berdatangan, sementara perempuan itu masih juga menangis, dengan terus berbaring. Entah dia kesakitan, ketakutan, atau malu karena disaksikan banyak orang.
Yang jelas, aku jadi berimaji: kalau aku di posisinya, apa yang aku rasakan?
Dan yang terpenting, berhati-hatilah dalam berkendara. Karena di depan mata kita, tersimpan banyak misteri yang tidak kasat mata. Termasuk, kucing yang dikirimkan Tuhan untuk memberi peringatan!!!
Kebumen 2016
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment