Wednesday, 13 January 2016

Seni Mendidik Anak



Judul Buku      : Saat Anak Harus Diberi Hadiah atau Dihukum
Penulis             : Bunda Novi
Penerbit           : Saufa, Yogyakarta
Cetakan           : I, 2015
Tebal               : 160 halaman
ISBN               : 978-602-255-822-4
Setiap orang tua memiliki kewajiban mendidik anaknya. Meski anak telah mendapat pendidikan dalam suatu lembaga, misalnya, bukan berarti orang tua lepas tanggung jawab mendidik anaknya. Bahkan, didikan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap masa depan anak. Baik-buruknya moral anak, tergantung bagaimana orang tua menerapkan pendidikan di keluarga.
Dalam mendidik anak pun, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Maka, sebagai orang tua harus mampu memperlakukan anaknya sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, kapan anak harus diberi hadiah dan kapan anak harus diberi hukuman.
Buku karya Bunda Novi ini barangkali bisa dijadikan acuan untuk orang tua dalam mendidik anak. Di dalamnya dijelaskan betapa penting orang tua mengetahui kebutuhan pendidikan anak. Sehingga, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan cerdas di berbagai bidang.
Perlu diketahui bahwa setiap anak memiliki keunikan masing-masing. Keunikan ini yang terkadang kurang mendapat perhatian dari orang tua. Terlebih, bagi anak yang masih berada pada kisaran usia 0-8 tahun, atau biasa disebut anak usia dini. Anak usia ini memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, sosio-emosional, kreativitas, bahasa, dan komunikasi yang khusus (halaman 15).
Usia dini juga dikenal dengan istilah golden age atau masa keemasan. Pada usia ini, hampir seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat. Hal ini dapat kita lihat dari seringnya anak melontarkan pertanyaan kritis. Jika pertanyaannya belum dijawab, anak akan selalu bertanya sampai rasa ingit tahunya terpuaskan.
Selain aktif bertanya, anak juga sulit diatur. Maka, sebagai orang tua harus mampu memperlakukan anak sesuai kebutuhan. Jika memang perlu mendapat hukuman, maka berilah ia hukuman. Dengan catatan, hukuman itu tidak sampai membahayakan kesehatan fisik dan mental anak. Dan jika memang anak perlu diberi hadiah, maka berilah ia hadiah, sebagai bentuk apresiasi kita kepada keberhasilan anak memecahkan sesuatu, misalnya.
Akan tetapi, memberi hukuman dan hadiah pun ada seninya. Tak boleh dilakukan dengan serampangan. Untuk itu, Bunda Novi, melalui buku 160 halaman ini memaparkan seni memberi hukuman dan hadiah yang efektif. Sehingga, bisa menjadi pembelajaran anak agar menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.
Hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah melakukan perjanjian dengan sang anak. Perjanjian yang dimaksud adalah kesepakatan bahwa jika anak melakukan suatu perilaku yang sesuai dengan harapan orang tua, ia akan mendapat hadiah. Sebaliknya, jika tidak sesuai maka akan mendapat hukuman (halaman 36).
Dalam pemilihan hadiah, orang tua juga tak boleh asal pilih. Sebab, hadiah tersebut akan menjadi daya tarik anak untuk menjadi lebih baik lagi. Hadiah yang harus disediakan orang tua adalah hal-hal yang disukai anak. Bisa berupa barang, hak istimewa, kebebasan tertentu, atau aktivitas tertentu. Dengan begitu, anak akan lebih semangat lagi dalam meningkatkan kualitas perilaku baiknya.
Selain hadiah, anak juga perlu sekali-kali diberi hukuman. Misalnya, ketika anak berbuat kesalahan, orang tua hendaknya memberi teguran. Jika teguran tersebut berkali-kali tidak diindahkan, barulah orang tua memberikan hukuman.
Akan tetapi, orang tua juga harus memahami, tindakan apa saja yang boleh diberlakukan hukuman. Menurut J. Drost, tindakan yang perlu dihukum adalah tindakan asosial, yaitu tindakan yang merugikan sesama, orang tua, keluarga, teman-teman, dan sebagainya. Dalam memilih hukuman pun perlu diperhatikan, yaitu jangan sampai merusak kesehatan fisik dan psikis anak. Selamat membaca!
Dimuat di Kedaulatan Rakyat, 1 November 2015







Binsiman Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment

Cuma Membaca Danarto

Judul Buku      : Adam Ma’rifat Penulis             : Danarto Penerbit           : Basabasi Cetakan           : I, November 201...