Judul
: Awas Mati Muda
Penulis
: Jhon Afifi
Penerbit
: Saufa
Cetakan
: I November 2015
Tebal
: 216 Halaman
ISBN
: 9-786-020-806-426
Buku Awas Mati Muda menjelaskan
agar awet hidup, tidak mati muda. Buku menyajikan kebiasaaan
seseoang yang tanpa sadar akan membawa efek kematian saat muda. Ada 52
pertanyaan serta jawaban dari keseharian terkait mati muda. Banyak yang
tidak memperhatikan keselamatan saat berkendara, tidur melebihi batas maksimal,
kurangnya sosialisasi di kantor, dan begadang.
Kemudian ada yang mengudap camilan pedas di tengah malam,
mengonsumsi minuman bersoda, malas berenang, menyantap makanan
berkolesterol. Ada juga yang menggunakan gel pembersih tangan
sebelum makan sampai bekerja lebih dari 8 jam sehari.
Para ahli mengungkapkan, sikap sombong dan enggan
bersosialisasi di kantor berisiko sama bahayanya dengan mengonsumsi minuman
beralkohol dan merokok dua bungkus setiap hari. Mereka bisa terkena
penurunan kesehatan mental, gangguan liver, serangan jantung, tejangkit
kanker, mudah stres atau depresi. (hal 76-77).
Ada sejenis toksin bernama benzena menyerang ginjal hati,
paru-paru, jantung, otak, serta dapat merusak kromosom sehingga sangat
berbahaya bagi tubuh. Benzena ini berasal dari dasbord, jok, pengharum ruangan,
perubahan temperatur ruangan serta barang-barang berbau menyegat di dalam mobil
(hal 51).
Buku menjelaskan, menjaga kesehatan bukan hanya tidak
mengonsumsi makanan ataupun minuman sembarangan, tetapi bagaiman
menggunakan tubuh dengan bijak sehari-hari. Contoh menyalakanhandpdhone untuk
mendengarkan MP3 akan merusak indra pendengaran sampai saluran otak
jika digunakan berjam-jam.
Para ahli meyakini, terlalu banyak minum soda bisa meningkatkan
tekanan darah yang pada akhirnya menyebabkan jantung terbakar (heartburn).
Selain itu, bisa juga menjadi sindrom metabolik atau pencernaan. Ini termasuk
kombinasi gejala obesitas, gagal ginjal, kolesterol tinggi, serta perlawanan
insulin (hal 146).
Penelitian yang telah dipresentasikan pada diskusi American
Collage of Cardiology menyebutkan, orang tidur
lebih dari waktu normal (7-8 jam) berisiko terserang penyakit jantung.
Sebanyak 3.000 orang sampel yang tidur lebih dari delapan jam, dua kali
lipat lebih rentang terserang angin pektoris (angin duduk). Hal inilah yang
menjelaskan banyaknya kasus serangan jantung dan kematian mendadak (hal 171).
Orang mati muda bisa karena selalu berusaha kerja keras tanpa
mempedulikan kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Mereka belum
menyadari bahwa stres tidak hanya terjadi saat mengalami masalah berat seperti
berpenyakit turunan hingga diabetes.
Buku ini tidak hanya membahas penyakit yang menyebabkan kematian
saat muda, melainkan juga cara menghindari berbagai penyakit. Dalam
setiap sub bab dianjurkan cara menghindari berbagai penyakit. Buku juga
menyinggung tujuh rahasia menakjubkan agar panjang umur.
Di dalamnya juga juga ada anjuran-anjuran untuk menjaga kesehatan
secara optimal dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Maka sangat dianjurkan
mereka orang yang memiliki aktivitas tiada henti untuk membacanya. Agara
mengetahui cara mengoptimalkan kebutuhan tubuh secara menyeluruh, buku ini
layak dijadikan sebagai pegangan.
Dimuat di Koran Jakarta, Rabu 13 Januari 2015, dengan editing
redakturnya


No comments:
Post a Comment