Thursday, 14 January 2016

Segala Tindakan Dinilai


Gambar: www.cnnindonesia.com
Mudahnya akses ke internet, membuat banyak orang lebih sering bersinggungan dengan media sosial. Maka ketika ada permasalahan yang menyangkut perasaan, kerap dibeberkan melalui media sosial semacam facebook, twitter dan sebagainya.

Tak masalah ketika ungkapan kesenangan yang di-publish ke netizen. Jika sebaliknya: ungkapan kebencian. Tentu menjadi masalah besar. Terlebih belakangan ini muncul surat edaran terkait hate speech. Dengan mudah, si pengumbar ungkapan kebencian akan terjerat hukum.

Karenanya, saya menggunakan media sosial seperti facebook dan twitter, sebatas untuk sharing informasi. Terkadang juga sebagai wadah untuk menuangkan pikiran atau ide yang mengendap di pikiran.

Sebenarnya, bukan persoalan ada edaran dari Kapolri terkait hal ini, kemudian membuat saya tak berani ungkapkan kebencian melalui media sosial. Tapi lebih kepada etika bahwa media sosial layaknya seperti lingkungan masyarakat: segala tindak tanduk kita dinilai, termasuk ucapan.

((Belakangan saya menyadari, bahwa pembatasan berekspresi yang diatur dalam regulasi pemerintah melalui UU ITE utamanya (sebagian) pasal 28 dan 27, membuat Saut Situmorang mendekam di Penjara, hanya karena ujaran 'Bajingan' dan komplotannya))
Dimuat di Rubrik Argumentasi Kompas, Bulan November 2015 (kayaknya). 

Binsiman Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Wednesday, 13 January 2016

Cara Menjaga Diri agar Hidup Lebih Lama



Judul               : Awas Mati Muda
Penulis             : Jhon  Afifi
Penerbit           : Saufa
Cetakan           : I November 2015
Tebal               : 216 Halaman
ISBN               : 9-786-020-806-426
Buku Awas Mati Muda  menjelaskan  agar awet hidup, tidak  mati muda. Buku menyajikan  kebiasaaan seseoang yang tanpa sadar akan membawa efek kematian  saat muda. Ada 52 pertanyaan serta jawaban dari keseharian  terkait mati muda. Banyak yang tidak memperhatikan keselamatan saat berkendara, tidur melebihi batas maksimal, kurangnya sosialisasi di kantor,  dan begadang.
Kemudian ada yang mengudap camilan pedas di tengah malam, mengonsumsi minuman bersoda, malas berenang, menyantap makanan  berkolesterol. Ada juga yang  menggunakan gel pembersih tangan sebelum makan sampai  bekerja  lebih dari 8 jam sehari.
Para ahli mengungkapkan,  sikap sombong dan enggan bersosialisasi di kantor berisiko sama bahayanya dengan mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok dua bungkus setiap hari. Mereka bisa terkena  penurunan kesehatan mental, gangguan liver, serangan  jantung, tejangkit kanker, mudah  stres atau depresi. (hal 76-77).
Ada sejenis toksin bernama benzena  menyerang ginjal hati, paru-paru, jantung, otak, serta dapat merusak kromosom sehingga sangat berbahaya bagi tubuh. Benzena ini berasal dari dasbord, jok, pengharum ruangan, perubahan temperatur ruangan serta barang-barang berbau menyegat di dalam mobil (hal 51).
Buku menjelaskan,  menjaga kesehatan bukan hanya tidak mengonsumsi  makanan ataupun minuman sembarangan, tetapi bagaiman menggunakan tubuh  dengan bijak  sehari-hari. Contoh  menyalakanhandpdhone untuk  mendengarkan MP3 akan merusak indra pendengaran  sampai  saluran otak  jika digunakan berjam-jam.
Para ahli meyakini, terlalu banyak minum soda bisa meningkatkan tekanan darah yang pada akhirnya menyebabkan jantung terbakar (heartburn). Selain itu, bisa juga menjadi sindrom metabolik atau pencernaan. Ini termasuk kombinasi gejala obesitas, gagal ginjal, kolesterol tinggi, serta perlawanan insulin (hal 146).
Penelitian yang telah dipresentasikan pada diskusi American Collage of Cardiology menyebutkan,  orang  tidur lebih dari waktu normal (7-8 jam)  berisiko terserang penyakit jantung. Sebanyak 3.000 orang sampel yang tidur  lebih dari delapan jam, dua kali lipat lebih rentang terserang angin pektoris (angin duduk). Hal inilah yang menjelaskan banyaknya kasus serangan jantung dan kematian mendadak (hal 171).
Orang mati muda bisa karena selalu berusaha kerja keras tanpa mempedulikan kesehatan dalam  aktivitas sehari-hari. Mereka belum menyadari bahwa stres tidak hanya terjadi saat mengalami masalah berat seperti berpenyakit turunan hingga diabetes.
Buku ini tidak hanya membahas penyakit yang menyebabkan kematian saat muda, melainkan juga cara menghindari berbagai penyakit. Dalam  setiap sub bab dianjurkan cara menghindari berbagai penyakit. Buku juga menyinggung tujuh rahasia menakjubkan agar panjang umur.
Di dalamnya juga juga ada anjuran-anjuran untuk menjaga kesehatan secara optimal dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Maka sangat dianjurkan mereka orang yang memiliki aktivitas tiada henti untuk membacanya. Agara mengetahui cara mengoptimalkan kebutuhan tubuh secara menyeluruh, buku ini layak dijadikan sebagai pegangan.
Dimuat di Koran Jakarta, Rabu 13 Januari 2015, dengan editing redakturnya

Binsiman Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Seni Mendidik Anak



Judul Buku      : Saat Anak Harus Diberi Hadiah atau Dihukum
Penulis             : Bunda Novi
Penerbit           : Saufa, Yogyakarta
Cetakan           : I, 2015
Tebal               : 160 halaman
ISBN               : 978-602-255-822-4
Setiap orang tua memiliki kewajiban mendidik anaknya. Meski anak telah mendapat pendidikan dalam suatu lembaga, misalnya, bukan berarti orang tua lepas tanggung jawab mendidik anaknya. Bahkan, didikan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap masa depan anak. Baik-buruknya moral anak, tergantung bagaimana orang tua menerapkan pendidikan di keluarga.
Dalam mendidik anak pun, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Maka, sebagai orang tua harus mampu memperlakukan anaknya sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, kapan anak harus diberi hadiah dan kapan anak harus diberi hukuman.
Buku karya Bunda Novi ini barangkali bisa dijadikan acuan untuk orang tua dalam mendidik anak. Di dalamnya dijelaskan betapa penting orang tua mengetahui kebutuhan pendidikan anak. Sehingga, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan cerdas di berbagai bidang.
Perlu diketahui bahwa setiap anak memiliki keunikan masing-masing. Keunikan ini yang terkadang kurang mendapat perhatian dari orang tua. Terlebih, bagi anak yang masih berada pada kisaran usia 0-8 tahun, atau biasa disebut anak usia dini. Anak usia ini memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, sosio-emosional, kreativitas, bahasa, dan komunikasi yang khusus (halaman 15).
Usia dini juga dikenal dengan istilah golden age atau masa keemasan. Pada usia ini, hampir seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat. Hal ini dapat kita lihat dari seringnya anak melontarkan pertanyaan kritis. Jika pertanyaannya belum dijawab, anak akan selalu bertanya sampai rasa ingit tahunya terpuaskan.
Selain aktif bertanya, anak juga sulit diatur. Maka, sebagai orang tua harus mampu memperlakukan anak sesuai kebutuhan. Jika memang perlu mendapat hukuman, maka berilah ia hukuman. Dengan catatan, hukuman itu tidak sampai membahayakan kesehatan fisik dan mental anak. Dan jika memang anak perlu diberi hadiah, maka berilah ia hadiah, sebagai bentuk apresiasi kita kepada keberhasilan anak memecahkan sesuatu, misalnya.
Akan tetapi, memberi hukuman dan hadiah pun ada seninya. Tak boleh dilakukan dengan serampangan. Untuk itu, Bunda Novi, melalui buku 160 halaman ini memaparkan seni memberi hukuman dan hadiah yang efektif. Sehingga, bisa menjadi pembelajaran anak agar menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.
Hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah melakukan perjanjian dengan sang anak. Perjanjian yang dimaksud adalah kesepakatan bahwa jika anak melakukan suatu perilaku yang sesuai dengan harapan orang tua, ia akan mendapat hadiah. Sebaliknya, jika tidak sesuai maka akan mendapat hukuman (halaman 36).
Dalam pemilihan hadiah, orang tua juga tak boleh asal pilih. Sebab, hadiah tersebut akan menjadi daya tarik anak untuk menjadi lebih baik lagi. Hadiah yang harus disediakan orang tua adalah hal-hal yang disukai anak. Bisa berupa barang, hak istimewa, kebebasan tertentu, atau aktivitas tertentu. Dengan begitu, anak akan lebih semangat lagi dalam meningkatkan kualitas perilaku baiknya.
Selain hadiah, anak juga perlu sekali-kali diberi hukuman. Misalnya, ketika anak berbuat kesalahan, orang tua hendaknya memberi teguran. Jika teguran tersebut berkali-kali tidak diindahkan, barulah orang tua memberikan hukuman.
Akan tetapi, orang tua juga harus memahami, tindakan apa saja yang boleh diberlakukan hukuman. Menurut J. Drost, tindakan yang perlu dihukum adalah tindakan asosial, yaitu tindakan yang merugikan sesama, orang tua, keluarga, teman-teman, dan sebagainya. Dalam memilih hukuman pun perlu diperhatikan, yaitu jangan sampai merusak kesehatan fisik dan psikis anak. Selamat membaca!
Dimuat di Kedaulatan Rakyat, 1 November 2015







Binsiman Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Cuma Membaca Danarto

Judul Buku      : Adam Ma’rifat Penulis             : Danarto Penerbit           : Basabasi Cetakan           : I, November 201...