Wednesday, 17 May 2017
Dikritik Mimpi
Entah apa yang melatarinya, mimpi itu bisa datang begitu saja, dengan samar-samar. Mimpi itu juga telah mengambil setting moment yang dekat denganku.
Tiga ranah yang masih teringat jelas dalam kepalaku: whatsApp, idealisme-pragmatisme, diriku.
Mimpi itu kurang lebih terjadi pukul 10-an pagi.
Dalam mimpi itu, aku bangun dari tidur lalu melihat whatsApp. Di sebuah grup, ada perbincangan mengenai diriku. Sepintas aku baca, beberapa anggota mengkritisi diriku dengan mengatakan bahwa diriku telah terjangkiti pragmatisme. Ada perdebatan sengit (yang sayangnya samar-samar) di grup tersebut, dan beberapa kubu saling debat.
Satu hal yang aku tangkap, ada seorang anggota yang mengatakan "Imron tetap idealis". Dan satu kata lainnya, samar-samar dan berdasarkan ijtihadku, "kakak yang sudah pragmatis".
Kata "Imron tetep idealis" merujuk pada diriku yang dulu, di pertengahan aktif organisasi. Aku rasai betul memang, dahulu, semangat muda menggelora. Meski tak terlibat di banyak aksi, secara sikap aku terlibat. Apa yang keluar dari mulut birokrat, sampah semua. Jadi, tak ada pemerintahan yang baik. Tiap kebijakan sarat dengan nuansa politis dan bisnis.
Sementara kata "kakak yang sudah pragmatis", merujuk pada diriku di akhir umur sebagai mahasiswa. Memang, di akhir umur ini, aku merasakan betul desakan pragmatisme. Yang awalnya anti proyek, jadi berpikir ulang untuk menerima sebuah proyek. Yang awalnya suka menghadiri forum diskusi dan aksi, kini melentur. Inikah yang dikritik mimpi tadi?
Aku jadi teringat klasifikasi dalam penulisan atau penilaian sejarah dalam kaitannya pemikiran tokoh. Ada dikotomi dalam hal itu; pemikiran Muda dan Tua. Benarkah aku masuk ke dalam dikotomi itu? Kalau iya, betapa naifnya diriku. Sampai mimpipun mencibirku dari dimensi yang berbeda.
Untuk selanjutnya, memang menjadi tugasku dalam merespon mimpi itu; akankah aku jadikan bunga tidur (angin lalu), pesan (instrumen instropeksi), atau Wahyu (seperti mimpinya para nabi). Tapi tentu, untuk kemungkinan ketiga tidaklah mungkin, karena siapalah diriku bisa memiliki mimpi sedemikian mulianya. Toh, kenabian sudah ditutup.
Jogja 2017 Mei 18
Binsiman
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cuma Membaca Danarto
Judul Buku : Adam Ma’rifat Penulis : Danarto Penerbit : Basabasi Cetakan : I, November 201...
No comments:
Post a Comment